Barusan tadi. Iya, beberapa menit yang lalu ada bbm masuk. Dari adek yang hanya ngasih sekilas inpo katanya.

Mba, coba yen mbien aku daftar polwan tenan… lak ketompo…

Saya mesem, ya jelas cuma bisa mesam mesem.  Memang, adek satusatunya saya ini pernah mengutarakan maksud dan tujuannya untuk mencoba peruntungan di dunia kepolwanan. 😀

Saya pribadi ndak melarang, lha apa wewenang saya, saya bukan bapak ibuknya yang menjadi sosok berpengaruh besar untuk masa depannya. Hanya sekelas mba’e yang jadi tempat harapan dukungan ketika bapak ibuk ndak berkenan.

Tapi jujur, saya memang kurang sreg kalo si adek ini ikutan peruntungan di polwan. Kalo ditanya kenapa, saya ya ndak bisa jawab. Cuma bisa kethapkethop bingung mau ngasih alasan apa *ampun nante. Naluri dan firasat saya sebagai mba’e, ya memang dipilihannya yang pertama. Masuk sebagai mahasiswa kehutanan. Ya, disana saya melihat itu dunianya, disana jiwanya. Kenapa? Nah, kalo ini saya bisa jelaskan.

Pertama, saya akui dua jempol. Si adek ini paling handal tangannya dalam hal bercocok tanam *buhahahaha. Tapi iya, memang iya. Tiap tanaman yang dia minta dari tetangga atau temannya lalu ditanam di kebun ala kadarnya rumah, selalu tumbuh dengan subur. Dan tangan dingin seperti itu kan jelas cocok untuk mahasiswa kehutanan bukan? 😀

Kedua. Si adek kan lulusan IPA. Setahu saya ya kehutanan akan berhubungan banyak dengan ilmu IPA. Kalaupun ilmu IPS mungkin hanya ilmu geografi saja yang dia butuhkan. *mba’e yang sok tau.

Ketiga. Si adek ini jago gambar juga. Lha apa hubunganya? Iya, setelah saya melihat mata kuliah kehutanan beserta tugastugasnya. Banyak adegan kudu  gambar menggambar disana. Tentu tangan terampil yang pintar gambar jelas membantu dia dalam memperlancar kuliahnya kan ya. 😀

Keempat. Kemauanya. Ya, kehutanan adalah jurusan yang dia mau dan tanpa adanya pemaksaan. Dengan lantang dia jelaskan ketika memberikan alasan pada saya, bla bla bla. Ya sudah, saya iyakan dan saya hanya bisa mendoakan.

Itu saja alasan yang bisa saya jelaskan. Meski masih ada alasan lainnya. Tapi itu cukup menjadi perwakilan. 😀

Kembali pada sekilas inpo dari adek saya.

Si adek masih merasa anyel hatik, karena tidak adanya dukungan dari orangorang kesayangan. Saya tambah mesam mesem.

Balasan bbm saya,

Kalo bapak ibuk ndak mendukung, mungkin memang itu bukan yang terbaik buat mu menurut bapak ibuk. Gitu loh. Ya ndak papa toh dek. Insyaallah rejekimu nanti jauh lebih bagus dan besar

Dan jelas si adek masih membalas bbm dengan hati anyel dan ngedumel. 😀

Dek, jika memang jalanmu disana tentu saja orang tua pasti beri ijin sekaligus doa. Tapi, jika tidak. Jangan menggerutu. Mungkin saja tempatmu memang bukan disitu. Ada bukit dan gunung yang menanti untuk kau daki, untuk kau tancapkan bendera kemenanganmu. Buktikan pada mereka yang menilaimu dengan sebelah mata. Mbak hanya bisa mendoakan dan yakin. Insyaallah, kelak rejekimu dan karirmu akan cerah dan indah. Yakinnnnnnn ya. Dan bilang pada mereka “arep golek ilmu wae mosok di hukum” kikikikikikikiki….

Salam cup cup ajinomoto dari mba’ mu ini.. :-*

kehutanan

si adek bersama kawan rimbanya 😀

Advertisements